Gencarkan Pelatihan layanan Prima

BANYUWANGI – Upaya peningkatan sumber daya insani (SDI) di RSI Fatimah Banyuwangi tiada pernah berhenti. Seperti terlihat dalam beberapa minggu ini, In House Training (IHT) Service Excellent (Pelayanan Prima) masih digelar. Pelatihan kali,ini menghadirkian narasumberyang berkompeten di bidangnya.
Direktur RSI Fatimah Banyuwangi dr Selamat Widodo, M.Kes, Sp.OG menyampaikan, rumah sakit saat ini berada dalam iklim persaingan yang sangat ketat. Masyarakat sebagai pelanggan berada dalam posisi yang lebih kuat karena semakin banyak pilihan rumah sakit yang dapat melayani.
Pada saat yang bersamaan, kata Selamat, masyarakat juga semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan. Dalam kondisi seperti ini, agar tetap dapat eksis melayani pelanggannya, rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu aspeknya adalah kemauan dan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang prima. “Oleh karena itu diperlukan paradigma dan sikap mental yang berorientasi melayani, Berta pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan pelayanan yang prima,” ujarnya. Kabag SDI RSI Fatimah Sutrisno mengatakan, dengan intensitas pasien keluar-masuk yang cukup tinggi di RSI Fatimah, tentu menimbulkan potensi komplain yang juga tinggi. Orang yang datang ke rumah sakit, kata dia, pasti kondisinya sedang kalut. Sehingga, mereka membutuhkan penanganan dan perhatian yang lebih. Ketika mendapat perlakuan atau sikap yang kurang baik, maka mudah sekali tersinggung. “Salam, sapa, senyum, sopan, dan santun merupakan hal utama dalam memberikan pelayanan” katanya.
Dalam rangka itu, lanjut Sutrisno, diperlukan pelatihan tentang pelayanan prima kepada segenap dokter, perawat dan karyawan rumah sakit.
“Terutama yang berada di garis depan atau frontliner, yang berhubungan langsung dengan pelanggan “imbuhya.
Bidang Diklat RSI Fatimah menargetkan, pelaksanaan In House Training Service Excellent itu bisa diikuti semua karyawan. IHT dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, Rabu, dan Jum at dengan target selesai selama Januari 2018.
Metode pelatihan menerapkan metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, permainan, dan simulasi. Peserta dibatasi 10-15 orang setiap kegiatan dengan harapan materi benar-bena terserap. (HUMAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *